Kader secara terminologis bermakna anggota inti yang berperan dan berfungsi menggerakkan organisasi, perhimpunan, atau perkumpulan untuk mencapai suatu maksud dan tujuan, baik untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Kader merupakan hasil tempaan suatu proses perkaderan berupa pendidikan, pelatihan, penggemblengan, penugasan, dan lain sebagainya, yang dilakukan secara formal, nonformal, dan atau informal.
Sistem Perkaderan Muhammadiyah (2016) mendefinisikan kader sebagai “anggota inti yang menjadi bagian terpilih dalam lingkup dan lingkungan pimpinan serta mendampingi (tokoh-tokoh) di sekitar kepemimpinan.” Dalam konteks Muhammadiyah, kader pada dasarnya adalah anggota yang aktif berperan di Persyarikatan, baik di jenjang Ranting, Cabang, Daerah, Wilayah, hingga Pusat. Namun, sebetulnya definisi dasar kader di Muhammadiyah adalah orang orang yang membawa misi Persyarikatan. Dalam Keputusan Muktamar ke-35 tahun 1962, istilah kader dibagi menjadi dua, yakni “kader yang bergerak di segala lapangan terkait dengan keagamaan dan umum” dan “kader khusus” yang merujuk pada kader yang tergabung dalam Hizbul Wathan, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul; ‘Aisyiyah, “lapangan da’wah”, “lapangan ekonomi”, “lapangan sosial”.
Dalam denyut perjalanan dakwah Muhammadiyah, keberadaan kader yang ideologis, tangguh, dan adaptif adalah kebutuhan yang tak tergantikan. Begitu pula pengelolaan sumber daya insani (SDI) yang cakap, amanah, dan profesional menjadi pilar utama dalam menggerakkan amal usaha dan program organisasi.
Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kramat Jati hadir untuk menjawab kebutuhan strategis tersebut.
Majelis ini berperan sebagai motor penggerak kaderisasi dan pengembangan kapasitas Sumber Daya Insani di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati. Tugas utamanya adalah:
- Menyusun sistem pembinaan kader berjenjang, berkelanjutan, dan berbasis ideologi Muhammadiyah.
- Mengelola dan memberdayakan Sumber Daya Insani yang tersebar di sekolah, masjid, lembaga, dan amal usaha Muhammadiyah (AUM).
- Mengembangkan ekosistem pelatihan, mentoring, dan penguatan kepemimpinan berjiwa dakwah.
- Menjadi pusat data dan pemetaan potensi kader serta tenaga profesional Muhammadiyah di tingkat cabang.
Misi
Menjadi Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani yang strategis, berkemajuan, dan mendorong regenerasi kepemimpinan yang berintegritas.
Visi
- Menyelenggarakan pelatihan kaderisasi dan kepemimpinan Islam berwawasan tajdid.
- Menanamkan nilai-nilai ideologis Muhammadiyah kepada seluruh unsur Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan warga persyarikatan.
- Mengembangkan sistem pemetaan potensi kader dan Sumber Daya Insani berbasis teknologi informasi.
- Membangun sinergi lintas majelis, ortom, dan komunitas dalam proses pembinaan kader.
- Menyiapkan generasi pelanjut dakwah yang siap berkhidmat di berbagai lini kehidupan.
Program Unggulan
- Baitul Arqam Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati
Sebagai forum utama pembinaan ideologis dan pembentukan karakter kader. - Pelatihan Kepemimpinan Muhammadiyah
Untuk penguatan SDI di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah. - Forum Kaderisasi Rutin
Wadah diskusi, evaluasi, dan penguatan spiritual-kultural para kader muda. - Database Kader dan Sumber Daya Insani Muhammadiyah
Sistem informasi dan pemetaan kader serta sumber daya yang siap ditempatkan. - Workshop Kompetensi Sumber Daya Insani
Kelas pelatihan soft skill, tata kelola administrasi, dan manajemen organisasi.
Sasaran Pembinaan
- Guru dan tenaga kependidikan Amal Usaha Muhammadiyah
- Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Ortom (Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan lain-lain)
- Pengurus masjid dan lembaga sosial Pimpinan Cabang Muhammadiyah
- Relawan dakwah dan komunitas binaan Pimpinan Cabang Muhammadiyah
- Kader potensial di lingkungan warga Muhammadiyah Kramat Jati
Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari internal persyarikatan maupun eksternal seperti komunitas pendidikan, organisasi kepemudaan, dan lembaga sosial. Pembinaan kader bukan hanya tugas struktural, tetapi panggilan dakwah yang terus menyala demi keberlanjutan misi Islam berkemajuan.
Kaderisasi bukan sekadar regenerasi, tetapi upaya mewariskan semangat perjuangan dan nilai-nilai luhur Muhammadiyah ke dalam kehidupan nyata. Di tangan kader yang tangguh dan Sumber Daya Insani yang unggul, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati akan terus bergerak maju menyinari zaman.